Minggu, 07 November 2010

Ciri - Ciri Penyakit SARS

By. Ns. Nofly B. Kario, S.Kep.

Saat ini dunia sedang dilanda kepanikan baru menyusul adanya wabah baru yang dinamakan SARS, singkatan dari Severe Acute Respiratory Syndrome atau sindroma pernapasan akut yang parah. Kekuatiran orang akan SARS yang tinggi saat ini bisa dimaklumi mengingat begitu cepatnya penyebaran penyakit ini ke seluruh dunia sementara obat penangkalnya masih belum ditemukan. Satu-satunya alat yang diyakini dapat mencegah masuknya virus pembawa SARS ke dalam tubuh adalah masker penutup hidung dan mulut, yang kini sudah banyak dipakai orang di banyak negara. Mari mengenal lebih dekat penyakit ini sebagai alat pembekalan diri kita supaya dapat mencegah atau minimal menghindari masuknya virus tersebut ke dalam tubuh.

Penyakit SARS pertama kali ditemukan di kota Guangzhou, provinsi Guangdong, RRC, pada bulan November 2002. Setelah berjangkit di Hong Kong pada bulan Februari lalu, virus SARS kemudian merambah ke lebih 20 negara di empat benua dengan jumlah penderita 2400 orang sedang korban yang tewas mencapi 800an orang. Sumber penularan global ini bermula ketika seorang dokter asal Guangzhou bernama Prof. dr. Liu Jianlun menginap di Hotel Metropole, Hongkong, setelah sebelumnya menangani sejumlah pasien SARS di rumah sakit kotanya. Di hotel inilah kemudian virus SARS menulari delapan tamu hotel yang menginap di lantai yang sama dengan Prof. Liu, dua tamu di lantai lainnya dan seorang pengunjung melalui perantara lift hotel. Jadi ketika mereka pulang atau pergi ke negara tujuan masing-masing, yakni Singapura, Hanoi, Kanada, AS dan Irlandia, tanpa disadari virus SARS sudah menyerang tubuh mereka. Selanjutnya penyakit ini menulari para kerabat keluarga dan petugas kesehatan di rumah sakit mereka menginap hingga kemudian menyebar ke ribuan tubuh manusia di seluruh dunia.

Gejala-gejala SARS antara lain sakit kepala, batuk, sesak napas seperti asma, bersin, demam dengan suhu badan tinggi lebih dari 38 derajat Celcius, nyeri otot dan persendian serta sakit di dada terutama saat bernapas. Apabila mengalami gejala atau keluhan seperti di atas maka tindakan yang harus dilakukan adalah segera ke dokter atau rumah sakit. Tindakan yang sama juga perlu dilakukan terhadap teman atau keluarga kita yang pernah mengunjungi tempat terdapatnya wabah SARS atau berdekatan dengan penderita SARS dalam waktu sebulan terakhir. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari semakin parahnya infeksi virus pada tubuh penderita. Karena apabila penyakit tidak ditangani dengan baik maka kondisi bagian tubuh yang diserang, yakni paru-paru, makin bertambah berat rusaknya. Keadaan pasien yang semula mengalami radang paru dapat berlanjut ke kondisi gagal napas yang berat karena paru sudah tidak dapat berfungsi sebagai alat pernapasan yang menerima oksigen dan membuang karbon dioksida.

Hingga saat ini virus utama penyebab SARS masih belum diketahui secara pasti. Namun para ahli kesehatan dunia telah menemukan dua jenis virus yang diduga kuat sebagai pelaku utama SARS, yakni coronavirus dan virus paramoxyviridae. Sebenarnya kedua virus ini sudah lama ada tapi gejalanya tidak seganas dan separah seperti saat ini. Coronavirus selama ini dikenal sebagai virus penyebab demam flu, radang paru-paru dan diare, sedang virus paramoxyviridae adalah penyebab parainfluenza. Kesimpulan sementara virus penyebab SARS saat ini adalah virus baru hasil mutasi dari coronavirus. Virus adalah parasit yang mudah mengalami mutasi atau perubahan gen, dan biasanya terjadi apabila di dalam tubuh terdapat dua virus yang bertukar materi. Faktor pemicu ganasnya hasil mutasi virus diantaranya adalah lingkungan hidup yang mulai rusak oleh manusia, jumlah penduduk dunia yang semakin banyak dan tentu saja perkembangan ilmu kedokteran di bidang virus (virulogi) yang bertambah maju. Seperti halnya manusia yang berupaya segala cara untuk bertahan hidup, begitu pula para virus yang beradaptasi supaya tetap dapat hidup walaupun harus dengan menyerang manusia sekalipun.

Lalu bagaimana usaha kita supaya dapat menghindari masuknya virus SARS ke dalam tubuh ? Paling utama adalah dengan tidak mengunjungi ke wilayah yang sudah terjangkiti SARS, seperti negara yang terkena wabah dan rumah sakit jika tidak perlu, karena sebagian besar infeksi terjadi di sini. Sebisa mungkin hindari berdekatan dengan penderita SARS atau penderita bergejala sama, dan apabila tidak memungkinkan gunakan selalu masker serta sarung tangan. Pemakaian masker dan sarung tangan ditujukan untuk menghindari penularan melalui cairan dan udara (debu). Jika orang terinfeksi bersin dan batuk, virus bisa terbawa oleh cairan dan menular pada orang lain. Sedang virus yang mampu bertahan di udara kering selama tiga jam akan terbang di udara dalam bentuk debu. Virus SARS diduga kuat tersebar dengan cara ini. Namun yang terpenting dari semua ini adalah menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh, yakni dengan makan teratur, istirahat yang cukup, berhenti merokok dan hidup secara sehat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar